Yaaass!! Liburan ke Bali!! Siapa yang tidak seneng liburan ke pulau dewata ini, yang tidak seneng pasti ada kenangan buruk sama mantan nih. Hahaha (kidding yaa).
Sebenarnya aku sudah tiga kali liburan bawa baby ke Bali. Mulai dari usia 4 bulan, 7 bulan dan pas di usia 1 tahun. Emang yaa Bali selalu ngangenin, tidak ada bosannya bolak balik kesana 🖤
Kali ini aku langsung gabungin aja ya semua perjalanan yang bolak balik ke Bali itu. Yang paling ribet si emang masalah perlengkapan baby, jangan sampai ada yang tertinggal. Tapi kalau mau dibawa semua juga? ah! bisa berapa koper nih hahaha. Disinilah cobaan dan tantangan datang bagi dunia ibu-ibu :P
Waktu usia 4 bulan, ini si masih belum ribet ya menurutku. Karena aku masih full Asi, jadi ya lebih mempermudah aku. Karena kalau lapar dan haus ya tinggal cilukba semua sudah ada. Hahaha. Untuk baju karena Bali lumayan panas, aku banyak bawa baju yang bahannya adem, yang sleeveless, celana pendek. Tapi tidak lupa aku juga sedia jaket, celana panjang dan baju tangan panjang, ini untuk persiapan di pesawat dan just in case tiba-tiba hujan kan. Tapi tidak banyak yang aku bawa. Serta baju tidurnya, sebisa mungkin aku selalu pakein piyama. Takut tiba-tiba ada nyamuk bandel.
Nah usia 7 bulan ini yang mulai agak ribet dengan mpasinya. Kemarin aku sempet pesen sereal khusus dari salah satu onlineshop yang jual makanan khusus bayi, tanpa pengawet, gula dan garam. Semua rasa murni dari buah dan sayur. Ini lumayan memudahkan. Usia 1 tahun sudah mulai lebih enak lagi, karena aku sudah mulai kasih makanan yang hampir sama dengan aku. Plus jangan lupa siapin cemilan, buah, biskuit atau apapun yang si baby suka. Dan lagi karena aku masih kasih asi, kembali lagi lebih mudah segala-galanya deh (ibu-ibu pasti tau) hahaha. Daaann jangan lupa bawa pumping dan apron, pumping si aku bawa saat usianya masih dibawah 6 bulan waktu itu, karena aku mau produksi asi aku tetep stabil saat malam hari. Apron yaa pasti butuh, apalagi kalau sudah "minta" di tempat umum. Siap-siap buka warung kapan aja hahaha.
Okay, perlengkapan semua sepertinya sudah, kalau ada yang lupa ditulis mohon maaf yaa, ini sambil ingat-ingat lagi, maklum memori sudah penuh dengan hal lain. Hahaha. Untuk pesawat aku sudah pernah mencoba dengan Full service maupun dengan Low cost carrier (LCC). Hmmm yang aku bisa bilang sih ada rupa ada harga. Hahaha (tidak membantu yaa). Sebenernya kembali lagi kalau mau nyaman pasti tau nyaman yang mana, walaupun dengan LCC juga lumayan nyaman sih, tapi ya pasti bedalah. Hehehe. Untungnya sih, anak bayi ini naik kedua tipe pesawat yang berbeda tidak terlalu rewel. Cuma ya pasti lebih nyaman dengan yang full service. Karena dari segi kursi yang lebih nyaman dan luas tempat duduk yang lebih leluasa, serta ada monitor dengan film maupun lagu-lagu yang bisa jadi obat bosan si bayi. Plus, dapat mainan juga. Kalau dengan LCC jujur saja tempat duduknya sedikit kurang nyaman. Tapi kembali juga ke budget yang ada, jangan terlalu dipaksakan harus naik yang full service, lagipula hanya 2 jam perjalanan kok. Berdoa saja si baby bisa bobo tenang saat di pesawat. Hehehe.
Saat take-off dan landing, yang paling ditakutkan biasanya gangguan pendengaran karena perbedaan tekanan udara. Hal yang paling mudah menurut aku si bayi bisa diberikan asi. Nah yang pe-er kalau tidak asi nih, aku rasa ear muff akan cukup membantu, tapi Naya jujur saja tidak betah dipakaikan ear muff. Yah atau mungkin, diberikan cemilan, jadi ada pergerakan menguyah supaya mengurangi perbedaan tekanan udara yang ada. Sama halnya dengan orang dewasa yang biasanya ditawarkan permen oleh pramugari.
Yang biasanya jadi pertanyaan lagi, butuh ga yaa bawa stroller atau cukup carrier saja yaa? Well, aku sudah coba keduanya. Dan pengalaman aku, aku lebih suka bawa carrier. Sebenarnya menggunakan stroller ada kelebihannya juga, tidak terlalu capek harus gendong setiap saat. Dan Naya termasuk yang lumayan anteng di stroller, tapiiii (eh ada tapinya hahaha), tapiii hanya berlaku saat Naya usia masih bayi sekali, yaitu saat usia 4 bulan saat ke Bali. Setelah itu, usia 7 bulan dan 1 tahun, Naya sudah tidak betah ditaruh lama di stroller, jadi maunya di gendong terus. Dan beberapa tempat yang aku datangi, agak ribet menggunakan stroller, lebih mudah dan nyaman dengan carrier. Jadi sebenarnya ini pilihan, mana yang lebih nyaman dan dibutuhkan untuk orangtua maupun si bayi. Apakah si bayi lebih nyaman dengan stroller atau carrier, tempat yang akan di datangi, serta kekuatan orang tua yang harus gendong-gendong setiap saat. Hehehe.
Next, aku akan sharing tempat-tempat mana saja yang aku datangi. See you in next post 🖤





Comments
Post a Comment